Sanctuary Anoa Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan yang berada di TWA Lejja

BBKSDA SULSEL-Makassar, 10 Mei 2018. Semua pasti pernah mendengar atau membaca kisah Bahtera Nabi Nuh, sebelum banjir besar datang Tuhan memerintahkan beliau untuk membuat bahtera besar dan menampung semua jenis binatang didalamnya dalam kondisi berpasangan. Sanctuary Anoa Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan yang berada di TWA Lejja bisa dikatakan miniatur bahtera tersebut, sejak kedatangan anoa dataran tinggi berjenis kelamin betina yang dinamakan Inces oleh kawan-kawan petugas sanctuary tersebut. Anoa ini didatangkan langsung dari pegunungan Seko yang berada di Kabupaten Luwu Utara. Daerah yang terkenal dengan biaya ojek termahal se-Indonesia yang juga merupakan habitat alami Anoa dataran tinggi di Sulawesi Selatan.

Dengan adanya Inces, Uben sang anoa jantan yang terlebih dahulu berada di sanctuary ini akan membuat program breeding Anoa yang telah sukses dilaksanakan di Anoa Breeding Centre Manado kini dapat dilaksanakan juga di Sulawesi Selatan. Hal ini akan berjalan lancar, setelah Inces melalui proses adaptasi habitat dan pakan dirumahnya yang baru.

Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc berharap program Sanctuary Anoa di TWA Lejja yang diresmikan oleh Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno M.Sc beberapa waktu yang lalu dapat berjalan dengan baik sehingga upaya breeding satwa prioritas ini berhasil dan menjadi tujuan riset untuk upaya kelestarian satwa endemik pulau Sulawesi ini.

Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan



Indeks Berita

Berita Lainnya