Showing 1-4 of 4 items.
Call Center
Irfandi Hutbah [PENGADUAN]:
10/Jul/2018

Tolong penanganan bapak/ibu tentang adanya buaya yang berkeliaran di Sungai Maros. Dimana buaya tersebut sangat meresahkan masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai pencari kerang di sungai Maros.


Call-center BBKSDA:

Petugas sudah mendatangi lokasi untuk mengidentifikasi buaya di lapangan dan sedang dikoordinasikan penangkapan secepatnya. Terimakasih laporannya.

Muharmansyah Arman [PERMINTAAN INFORMASI]:
06/Jul/2018

Halo BBKSDA Sulsel! saya membutuhkan daftar flora-fauna dilindungi khusus untuk yang berada di Sulawesi Barat, khususnya untu wilayah Mamuju, mohon informasunya yaa,, saya dapat dihubungi juga melalui email di muharmansyah09@gmail.com Terimakasih.


Call-center BBKSDA:

Baik Pak, akan saya hubungi via email.

Eka windra [PERMINTAAN INFORMASI]:
30/Jun/2018

Mau tanya cara mengurus sats dn untuk hewan bagaimana


Call-center BBKSDA:

Untuk mendapatkan SATS-DN masyarakatharus mengurus di Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Masyarakat harus megikuti mekanisme yang berlaku, antara lain : 1. Pemohon mengajukan permohonan kekantor BKSDA dengan melampirkan dokumen asal usul satwa. Sertakan sertifikat penangkaran jika hasil penangkaran, izin pengedar dalam negeri jika satwa tersebut tangkapan alam sesuai kuota, izin penelitian jika untuk keperluan sampel atau specimen penelitian. 2. Dicek dan dibuatkan berita acara pemeriksaan stok dari petugas BKSDA 3. Pembayaran iuran PNBP (penerimaan negara bukan pajak) kekas negara sesuai tagihan oleh pemohon. 4. Pemohon menyerahkan bukti pembayaran ke BKSDA 5. Penerbitan dan penyerahan SATS-DN ke pemohon. 6. Setelah sampai tempat tujuan, pemohon wajib melapor atau memberi tahu kekantor BKSDA tujuan.

Wisnu Handoyo Ardi [PERMINTAAN INFORMASI]:
04/Jun/2018

saya Wisnu, Mahasiswa pascasarana IPB, jurusan biologi. Saya berencana akan melakukan peneltian tentang taksonomi tumbuhan Marga Begonia yang ada di sulawesi, bebrapa lokasi yang akan saya kunjungi termasuk ke dalam wilayah kerja BBKSDA Sulsel..persyaratan apa sajakah yang harus saya penuhi? apakah cukup dengan SIMAKSI saja? terima kasih


Call-center BBKSDA:

Terimakasih Pak Wisnu. untuk persyaratan izin penelitian mahasiswa/pelajar Indonesia di kawasan konservasi yang harus dipenuhi adalah :

1. Fotocopy kartu mahasiswa/pelajar;
2. Proposal rencana penelitian yang telah disahkan pimpinan lembaga tempat yang bersangkutan menuntut ilmu
3. rekomendasi dari pimpinan lembaga tempat yang bersangkutan menuntut ilmu;
4. Surat pernyataan tidak merusak dan menjaga kebersihan lingkungan;
5. Mengisi formulir SIMAKSI (PERATURAN MENTERI KEMENTERIAN KEHUTANAN NOMOR P.38/MENHUT-II/2014 TAHUN 2014)
6. dan Materai 6000

Apabila persyaratan tersebut dirasa sudah terpenuhi semua, silahkan ajukan. Adapun proses pengajuan sampai dengan penerbitan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) di dalam kawasan Balai Besar KSDA Sulsel ada beberapa tahapan :

1. Paling lambat 2 (dua) minggu sebelum pelaksanaan kegiatan penelitian, Pelajar/mahasiswa bersangkutan harus mengajukan permohonan kepada Kepala Balai Balai Besar KSDA Sulsel dengan tembusan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Sekretaris Direktorat Jenderal PHKA dan Direktur teknis terkait dengan melampirkan persyaratan. Direktur teknis dimaksud dapat ditanyakan pada pihak Balai Balai Besar KSDA Sulsel. Jangan lupa, mahasiswa atau pelajar tersebut diwajibkan mempresentasikan rencana kegiatan penelitian kepada Kepala Balai Balai Besar KSDA Sulsel.
2. Dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya permohonan, Kepala Balai Balai Besar KSDA Sulsel melakukan penilaian terhadap persyaratan.

3. Apabila tidak memenuhi persyaratan atau persyaratan belum lengkap, Kepala Balai Balai Besar KSDA Sulsel dalam jangka waktu 3 (tiga) hari kerja mengembalikan permohonan untuk dilengkapi.

4. Pemohon setelah menerima pengembalian berkas harus melengkapi persyaratan.

5. Apabila telah lengkap, pemohon menyampaikan kembali permohonan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) kepada Kepala Balai Balai Besar KSDA Sulsel.

6. Apabila telah memenuhi persyaratan, Kepala Balai Balai Besar KSDA Sulsel dalam jangka waktu paling lambat 3 (tiga) hari kerja menerbitkan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) dengan tembusan kepada Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Sekretaris Direktorat Jenderal dan Direktur Teknis terkait.

7. Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) harus mencantumkan Pungutan PNBP Rp. 0,- (nol rupiah).


Berikut ini format permohonan ijin penelitian di dalam Kawasan Balai Besar KSDA Sulsel. Silahkan diprint atau diketik ulang untuk disampaikan kepada Kantor Balai Balai Besar KSDA Sulsel tempat tujuan penelitian kita. formulir-penelitian