TWA. Cani Sirenren

Sejarah

Usulan penunjukkan Cani Sirenreng di Kabupaten Bone Sulsel sebagai hutan wisata seluas ± 3.125 ha berdasarkan SK Kakanwil Departemen Kehutanan dan Perkebunan No. 689/Kwl-5/1992 tanggal 23 April 1992 kemudian

Perubahan fungsi dan penunjukan kawasan Hutan Produksi Terbatas Cani Sirenreng menjadi Taman Wisata Alam Cani Sirenreng dengan luas ± 3.125 ha atas dasar SK Menteri Kehutanan No. 197/Kpts-II-1993 tanggal 27 Februari 1993.

 

Dasar Hukum, Luas dan Letak

Kawasan ini ditetapkan berdasarkan SK. Menhut no. 403/Kpts-II/1999 tanggal 14 Agustus 1999 seluas 3.125 ha

Secara geografis terletak pada Lintang: 40 32’ 16” – 40 36’ 41” LS dan Bujur: 1200 6’ 25” – 1200 10’ 18” BT.

Sedangkan secara admnistratif terletak di wilayah Desa Tellu Boccoe, Desa Cani Sirenreng, Desa Pasempe Kabupaten Bone. Dengan batasnya adalah sebagai berikut: Sebelah Utara: Desa Cani Sirenreng; Sebelah Timur: Desa Pasempe; Sebelah Selatan: Desa Tellu Baccoe; Sebelah Barat: Timusu/Lilina Ajangale.

 

Kondisi fisik

Topografi: Bentangan alam yang berbukit dan berlembah dengan kemiringan lereng 0 – 45 %. Konfigurasi umum lahan terbangun lereng dan bukit, dengan keadaan lapang tanah kering dan ketinggian 100 – 639/686 m dpl.

Geologi:

Tanah: jenis material tanah litosol yang berkarakteristik tanpa perkembangan profil merupakan batuan kukuh dengan lapisan tanah sangat tipis di atasnya. Pada daerah yang curam terdapat batuan tanpa lapisan tanah. Bahan induk meliputi batu kapur bertufa dan batuan vulkan. Formasi batuan berupa jenis batuan mediterania dengan jenis tanah komplek mediteran klat regusol dan litosol.

Iklim dan cuaca: Menurut klasifikasi Schmidt – Ferguson Cagar Alam Faruhumpenai termasuk tipe iklim C; Curah hujan rata-rata 3000 mm/tahun; Kelembaban: 70 – 90%. Suhu udara berkisar 25 – 30° C.

Hidrologi: Pada Taman Wisata Alam Cani Sirenreng terdapat Air terjun yang berasal dari hulu Sungai Kajuara Dusun Maningo, Desa Telluboccoe, Kecamatan Ponre yang mengalir kearah selatan aliran Sungai Pasempa pada Kecamatan Palakka.

 

Potensi kawasan

Potensi ekosistem: Hutan hujan tropis daratan rendah.

Potensi flora: Damar, Tusam, Uru, Kenanga, Dengen/ Bolusu, Nyamplung, Randu, Kapuk Hutan, Durian, Waru, Beringin, Nangka, Kemiri, Kantung Semar, Jabon, Nyatoh, Kalapi, Angsana, Eukaliptus, Mangga hutan, Kenari, Lamoceng, Jambu, Mahoni, Mangga Hutan, Pulai, Jati, Bitti, Anggrek Tanah, Bambu, Aren, Rotan, Kelapa, Pandan.

Potensi fauna: Kuskus, Kelelawar, Ceba, Musang Sulawesi, Babi Hutan, Titihan, Pecuk Ular, Blekok Sawah, Ayam Hutan Merah, Burung Hantu, Raja Udang, Kepodang, Sesap Madu, Soasoa, Biawak Air Tawar, Ular Sawah, Kadal, Ular Air Tawar.

 

Aksesibilitas

Jarak dari kota Makassar (Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan) ke TWA. Cani Sirenreng adalah ± 145 km. Kondisi jalan menuju kawasan ini relatif baik. Waktu dibutuhkan jika melalui jalan darat adalah ± 4 jam.

Rute perjalanan mulai dari Makassar – Maros – Cambah – Lappariaja – Bengo – Desa Cani Sirenreng.

 

 

 



Indeks Berita

Berita Lainnya