Sejarah

-

 

Dasar Hukum, Luas dan Letak

Kawasan ini ditetapkan berdasarkan SK. MENHUTBUN NO. 169/Kpts-II/2000 tgl 29 Juni 2000 seluas 1.318 ha

Secara geografis terletak pada Lintang: 40 8’ 17” – 40 9’ 51” LS dan Bujur: 1190 45’ 22” – 1190 48’ 50” BT.

Sedangkan secara admnistratif terletak di wilayah Desa Malino, Desa Bulutana, Desa Gantarang Kec. Tinggimoncong Kab. Gowa. Dengan batasnya adalah sebagai berikut: Sebelah Utara:; Sebelah Timur:; Sebelah Selatan:; Sebelah Barat:.

 

Kondisi fisik

Topografi: Datar, bergelombang sampai berbukit dengan kelerengan 10 – 90% dan ketinggian 239 – 398 m dpl.

Geologi: -.

Tanah: formasi batuan kawasan menunjukkan jenis batuan mediterania sedangkan jenis tanah penutup batuan adalah jenis coklat kemerahan mediterania, klat regusol dan litosol keadaan tekstur tanah halus, berpasir dan berbatu

Iklim dan cuaca: Menurut klasifikasi Schmidt – Ferguson Cagar Alam Faruhumpenai termasuk tipe iklim C; Kelembaban: 65 – 89%. Suhu udara berkisar 21 – 30° C.

Hidrologi: Keadaan sumber air pada kawasan ini dijumpai aliran air permukaan (sungai Mario) dan aliran air bawah tanah.

 

Potensi kawasan

Potensi ekosistem: -.

Potensi flora: Kenanga, Kemiri, Mangga, Ketapang, Enau, Cendana, Kayu hitam, Rotan, Loti, Anggrek bulan, Anggrek suasana, Vanili hutan, Anggrek bawang, Anggrek lita

Potensi fauna: Kera hitam, Rusa, Babi hutan, Rangkong, Musang, Kadal, Ular sawah, Kuskus, Raja udang, Ayam hutan.

 

Aksesibilitas

Jarak dari kota Makassar (Ibukota Propinsi Sulawesi Selatan) ke TWA. Lejja adalah ± 175 km. Kondisi jalan menuju kawasan ini relatif baik. Waktu dibutuhkan jika melalui jalan darat adalah ± 5 jam.

Rute perjalanan mulai dari:

  • Makassar – Maros – Soppeng – TWA. Lejja.
  • Makassar – Maros – Pangkep – Barru – Parepare – Sidrap – TWA. Lejja.

 

 



Indeks Berita

Berita Lainnya